Air bersih menjadi hal yang sulit untuk didapatkan ketika sudah memasuki musim kemarau di Indonesia, khususnya bagi masyarakat Indonesia bagian timur. Bagaimana tidak? Untuk memenuhi kebutuhan air bagi kepentingan rumah tangga saja mereka harus menempuh perjalanan yang seringkali tidak mudah dilalui hanya untuk membawa air. Jarak yang ditempuh kurang lebih 5 km setiap harinya. Hal ini dirasakan oleh masyarakat di beberapa desa di Nusa Tenggara Timur. Di musim yang bukan kemarau saja mereka susah kesusahan untuk mendapatkan air, apalagi di musim kemarau.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia melalui Kepala Badan Pengembangan ESDM IGN Wiratmaja membangun sumber air baru yang diharapkan bisa membantu meringankan permasalahan energi yang terbarukan namun sulit di dapatkan di Indonesia bagian timur. Sumber air besih ini berasal dari pembangunan sumur bor di 650 titik daerah sulir air yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pembangunan sumur bor di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2005, namun efektivitas berjalannya serta kebermanfaatan akan sumur bor ini lebih dirasakan saat musim kemarau melanda. Untuk Indonesia bagian timur, di Desa Bolatena NTT, sumber air dari sumur bor yang dibangun oleh Kementerian ESDM RI telah melayani hingga 2800 jiwa dengan kedalaman kurang lebih 125 meter. Air yang dialirkan dari pembangunan sumur bor ini mencapai 1,50 hingga 2,30 liter per detik dan menggunakan pompa rendam (submersible pump) 3 PK dan dilengkapi genset dengan pasokan listrik 12,5 kVA.

Tentu keberadaan sumur bor ini sangat membantu masyarakat yang kesusahan mendapatkan air seperti di NTT. Mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan 5 km dan menuruni tebing curam sepanjang hampir 60 meter untuk mendapatkan air bersih. Masyarakat sangat bersyukur dengan keberadaan pembangunan sumur bor ini, setidaknya mereka merasakan anggaran APBN juga membantu masyarakat di NTT dalam meningkatkan taraf hidup dan ekonomi.

Hingga kini pada tahun 2019, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia terus mengalokasikan anggaran di APBN untuk pembangunan sumber air dari sumur bor ini. Harapannya, seluruh daerah sulit air di wilayah Indonesia yaitu 232 kabupaten/kota di 31 Provinsi, dapat terbantu dengan keberadaan sumur bor dalam penyediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan juga mengimbau kepada masyarakat agar merawat dan menggunakan sumur bor dengan baik sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama, terutama di musim kemarau.

Referensi : https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/kala-kemarau-menguji-650-unit-sumur-bor-jadi-solusi