Berita K3

Hari Air Sedunia 2019 yang mengangkat tema Water for All, Leaving No One Behind, memfokuskan tentang bagaimana mengatasi krisis air dengan membahas alasan mengapa begitu banyak orang yang belum menikmati air bersih.

Indonesia sendiri sangat aktif mengampanyekan pentingnya akses terhadap air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Namun, pada kenyataannya masih banyak warga Indonesia yang belum bisa menikmati fasilitas air bersih ini.

Tak perlu jauh-jauh, Ibu Kota Jakarta saja masih terbilang minim stok air bersih dan sanitasi yang layak. Baru sekitar 60 persen warga Jakarta yang memperoleh cakupan air bersih. Salah satu kota besar di Indonesia ini bahkan disebut terancam kekurangan air bersih.

Pemerintah Indonesia di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama 193 negara ikut menyepakati komitmen PBB terkait pembangunan yang berkelanjutan atau yang disebut dengan Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2015 lalu.

Dalam SDGs tersebut, salah satu capaiannya yakni pemenuhan akses air bersih dan sanitasi pada 2030. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengimplementasikan program agenda nasional 100 persen Akses Universal Air Minum dan Sanitasi pada 2019 yang tercantum pula dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Meski diagendakan 2019 upaya-upaya yang dilakukan pemerintah sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Sebanyak 18 kampung di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada 2017 lalu mendapat bantuan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dari empat kementerian.

Kampung yang mendapat program Pamsimas, diantaranya berada di Kecamatan Long Iram, Kecamatan Bentian Besar, Kecamatan Tering, Melak, Manoor Bulatn, Jempang, Muara Pahu, Penyinggahan, dan Kecamatan Siluq Ngurai.

Sedangkan empat kementerian yang membantu pengembangan Pamsimas di Kutai Barat adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Kementerian Dalam Negeri.

Pada penerapannya, setiap daerah diharapkan dapat memanfaatkan sumber air gravitasi jika di kampung tersebut memiliki air terjun. Jika tidak ada air terjun, maka memanfaatkan air sungai bersih dan tetap disaring sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga.

Synergi Solusi sebagai perusahaan yang salah satunya bergerak di bidang lingkungan hidup sangat mengapresiasi langkah-langkah pemerintah merealisasikan SDGs PBB.

Upaya tersebut sangat berarti dalam menyediakan stok air bersih dan sanitasi yang layak. Anak perusahaan Proxsis Group ini turut berperan meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk para pengusaha-pengusaha bagaimana menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

Sumber:
https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/mengejar-pencapaian-akses-100-di-2019
https://www.pu.go.id/berita/view/27/18-kampung-dapat-program-air-minum-dan-sanitasi
Sumber Gambar: BeritaSatu.com