Berita K3

Metode  identifikasi  merupakan  tekhnik  yang  dikembangkan  untuk  mengenal  dan  mengevaluasi  berbagai bahaya  yang  terdapat  dalam  proses  kerja.  Beberapa  metode  yang  dapat  digunakan  dalam  mengidentifikasi potensi bahaya dalam kegiatan industri adalah sebagai berikut:

1. What if/check list
Dalam metode ini, setiap proses dipelajari melalui pendekatan brainstorming untuk memformulasikan setiap pertanyaan  meliputi  kejadian  yang  akan  menimbulkan  konsekuensi  yang  tidak  diinginkan.  Masing-masing pertanyaan dibagi ke dalam tahapan operasi, tekhnik, pemeliharaan dan inspeksi. Setiap pertanyaan tersebut mempertimbangkan skenario terjadinya insiden, identikasi konsekuensi, penilaian kualitatif untuk menentukan tingkat keparahan konsekuensi, kemungkinan dari semua risiko yang ada dan pembuatan  rekomendasi  untuk  mengurangi  bahaya.  Metode  what  if/  checklist  dapat  digunakan  untuk mengidentifikasi bahaya potensial dari setiap tahapan proses. Metode ini akan efektif apabila dilakukan oleh tim yang berpengalaman untuk evaluasi suatu proses.

2.  HAZOPS
Hazard  and  Operability  Study  (HAZOPS)  digunakan  untuk  mengidentifikasi  permasalahan  dari  operasional proses yang dapat mempengaruhi efisiensi produksi dan keselamatan. HAZOPS merupakan metode identifikasi risiko yang berfokus pada analisis terstruktur mengenai operasi yang berlangsung. Dengan menggunakan HAZOPS, kita harus mempelajari setiap tahapan proses untuk mengidentifikasi semua penyimpangan dari kondisi operasi yang normal, mendeskripsikan bagaimana bisa terjadi dan menentukan perbaikan dari penyimpangan yang ada.

3. FMEA
Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) merupakan metode identifikasi risiko dengan menganalisis berbagai pertimbangan kesalahan dari peralatan yang digunakan dan mengevaluasi dampak dari kesalahan tersebut. Kelemahan  metode  ini  adalah  tidak  mempertimbangkan  kesalahan  manusia.  Dalam  hal  ini,  FMEA mengidentifikasi  kemungkinan  abnormal  atau  penyimpangan  yang  dapat  terjadi  pada  komponen  atau peralatan yang terlibat dalam proses produksi serta konsekuensi yang ditimbulkan.

4. FTA
Fault Tree Analysis (FTA) merupakan suatu teknik yang dapat digunakan untuk memprediksi atau sebagai alat investigasi  setelah  terjadinya  kecelakaan  dengan  melakukan  analisis  proses  kejadian.  FTA  nantinya  akan menghasilkan penilaian kuantitatif dari probabilitas kejadian yang tidak diinginkan. FTA merupakan metode yang paling efektif dalam menemukan inti permasalahan karena dapat menentukan bahwa kerugian yang ditimbulkan tidak berasal dari satu kegagalan. FTA merupakan kerangka berpikir terbalik di mana evaluasi berawal dari insiden kemudian dikaji penyebabnya.

5. ETA
Event Tree Analysis (ETA) adalah metode yang menunjukkan dampak yang mungkin terjadi dengan diawali oleh identifikasi pemicu kejadian dan proses dalam setiap tahapan yang menimbulkan terjadinya kecelakaan. Dalam melakukan  ETA,  kita  perlu  mengetahui  pemicu  dari  kejadian  dan  fungsi  sistem  keselamatan  atau  prosedur
kegawatdaruratan yang tersedia untuk menentukan langkah perbaikan terhadap dampak yang ditimbulkan.

6. JHA
Job  Hazard  Analysis  (JHA)  adalah  tekhnik  yang  berfokus  pada  tahapan  pekerjaan  sebagai  cara  untuk mengidentifikasi bahaya sebelum suatu kejadian yang tidak diinginkan muncul. Metode ini lebih fokus pada interaksi  antara  pekerja,  tugas/pekerjaan,  alat  dan  lingkungan.  Setelah  diketahui  bahaya  yang  tidak  bisa dihilangkan, maka dilakukan usaha untuk menghilangkan atau mengurangi risiko bahaya ke tingkat level yang bisa diterima (OSHA 3071).

JHA dapat diterapkan dalam berbagai macam jenis pekerjaan, namun terdapat beberapa prioritas pekerjaa yang perlu dilakukan JHA, antara lain:

  • Pekerjaan dengan tingkat kecelakaan/kesakitan yang tinggi
  • Pekerjaan yang berpotensi menyebabkan luka,cacat atau sakit meskipun tidak terdapat insiden sebelumnya
  • Pekerjaan yang bila terjadi sedikit kesalahan kecil akan dapat memicu terjadinya kecelakaan parah atau luka
  • Pekerjaan yang baru atau mengalami perubahan dalam proses dan prosedur
  • Pekerjaan cukup kompleks untuk ditulis instruksi pelaksanaannya