Berita K3

Permasalahan sampah di Indonesia kian menjadi masalah serius di Indonesia. Seperti yang terjadi belum lama ini, jalur penyeberangan air di Kota Batam, dari wilayah Batu Aji ke Sagulung yang mengalami kerusakan sistem drainase. Drainase-drainase yang sudah dinormalisasi itu kembali tersumbat oleh tumpukan sampah rumah tangga yang terbawa arus dari pemukiman warga. Kondisi ini semakin buruk dengan datangnya hujan dua hari berturut-turut belakangan ini sehingga jumlah sampah yang menyumbat aliran air semakin bertambah banyak.

Tak hanya soal permasalahan sampah rumah tangga, sampah plastik pun kian menjadi sorotan. Hal ini terbukti dengan ditemukannya banyak sampah plastik dalam tubuh bangkai ikan paus yang terdampar. Tentu hal ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan.

Melihat kondisi ini, pemerintah Indonesia pun tak tinggal diam. Adanya kelompok swadaya ‘Indonesia Bergerak Bebas Sampah’ juga menjadi solusi untuk mengurangi sampah di Indonesia. Hal ini tentu membantu pemerintah mewujudkan target Indonesia bebas sampah di tahun 2025. Sekumpulan anak muda yang memiliki keprihatinan yang sama terhadap permasalahan sampah yang ada di seluruh negeri itu, mendeklarasikan diri untuk membantu pemerintah mewujudkan target Indonesia bebas sampah pada 2025. Namun, untuk mewujudkan Indonesia Bebas Sampah tentu butuh bantuan dan kerja sama dari semua lapisan masyarakat.

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) bertanggung jawab penuh untuk mengelola sampah sejak pemberlakuan otonomi daerah.

Berbagai macam cara pun sudah ditempuh oleh pemerintah Indonesia, seperti menempatkan pengelolaan laut yang berkelanjutan, menangani sampah di laut dan memprioritaskan pengelolaan sampah secara umum. Perlu diketahui, Indonesia berencana mengurangi sampah hingga 30 persen dan mengurangi sampah plastik laut hingga 70 persen pada tahun 2025. Beberapa penerapan yang dilakukan yakni Program Pengelolaan Limbah Padat Nasional (NSWM), Agenda Laut Nasional dan Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Plastik.

Sebagai warga Indonesia, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mendukung rencana-renaca pemerintah untuk kemaslahatan bersama. Mari kita bersama-sama mulai mengurangi sampah rumah tangga dan sampah plastik dengan mendaur ulang sampah dan mengurangi penggunaan plastik.

Sumber: Olahan penulis dari kompasiana.com, batam.co.id dan mongabay.co.id sumeber gambar: thegorblasla.com