Berita K3

Saat ini, umat Muslim dunia melaksanakan ibadah puasa Ramadhan termasuk umat muslim di Indonesia.

Bagi pecinta kuliner pedas, tak nikmat rasanya makan tanpa tambahan sambal atau cabai. Tapi bagaimana bila bulan Ramadhan? Sehatkah tetap mengkonsumsi makan makanan pedas saat perut kosong ketika berbuka puasa atau sahur?

Cabai sebenarnya mengandung banyak nutrisi, antara lain serat, Vitamin C, Vitamin A, mineral dan antioksidan. Selain itu, cabai juga mengandung capsaisin yang menyebabkan rasa pedas.

Manfaat capsaisin sendiri dapat meningkatkan nafsu makan, merangsang buang air besar, serta karena bersifat analgetik juga membantu mengurangi sakit kepala. Cabai juga bisa meningkatkan metabolisme tubuh sehingga proses pembakaran kalori lebih baik.

“Secara umum kalau memang kita tidak masalah dengan pencernaan, cabai ini bisa dikonsumsi (saat buka puasa dan sahur), tetapi tetap tidak boleh berlebihan” ujar Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, dokter dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, dalam keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia, Senin (22/6).

Menurut Ari, cabai justru akan membantu buang air besar yang kadang sulit saat orang berpuasa, karena aktivitas gerak dan konsumsi minum yang relatif kurang. Selain itu, komponen cabai yang banyak mengandung vitamin dan mineral juga sangat dibutuhkan saat kita berpuasa.

“Kadang kala rasa pegal dan sakit kepala yang timbul juga akan berkurang setelah kita menkonsumsi cabai. Tapi tentu konsumsi cabai tidak boleh berlebihan dan tidak bisa dikonsumsi kalau pencernaan kita sedang bermasalah” kata Ari.

Dijelaskannya, konsumsi cabai yang berlebihan akan merangsang kambuhnya sakit maag. Pada sebagian orang konsumsi cabai juga akan merangsang diare.

“Pada pasien yang memang mempunyai penyakit ambeien, konsumsi cabai akan menimbulkan sensasi panas pada dubur, bahkan bisa merangsang terjadinya pendarahan” kata Ari menjelaskan.

Boleh saja mengkonsumsi makanan yang pedas saat sahur atau berbuka. Asal tetap dibatasi, sesuaikan juga dengan kondisi lambungmu. Terkadang toleransi setiap orang untuk makanan pedas itu bisa berbeda-beda.

Penulis: Arif Sudirman-Konsultan HSE

Sumber:
http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150622120039-262-61527/manfaat-dan-bahaya-konsumsi-makanan-pedas-saat-buka-puasa/