Berita K3

Workshop Identifikasi dan Analisis Dampak Lingkungan PT Dirgantara Indonesia

PT Dirgantara Indonesia (DI) adalah industri pesawat terbang yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Perusahaan ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. DI didirikan pada 26 April 1976 dengan nama PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur. Industri Pesawat Terbang Nurtanio kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 11 Oktober 1985. Setelah direstrukturisasi, IPTN kemudian berubah nama menjadi Dirgantara Indonesia pada 24 Agustus 2000.

Selengkapnya...

Mengenal Standar ISM Code untuk Keselamatan Perkapalan

ISM Code adalah salah satu contoh standar sistem manajemen K3 dan Lingkungan. Lebih kurang sejajar dengan OHSAS 18001:2007 dan ISO 14001:2004. ISM Code bukanlah standar sistem manajemen yang dijalankan  atas  asas  sukarela  melainkan  merupakan  standar  manajemen  K3  dan  Lingkungan  yang dipersyaratkan  melalui  peraturan  perundangan  dan  persyaratan  lain.  Di  Republik  Indonesia,  sistem manajemen K3 yang jelas-jelas merupakan kewajiban berdasarkan peraturan perundang-undangan adalah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang telah diamanatkan melalui Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012.

Selengkapnya...

Pemenuhan Peraturan Perundangan Lingkungan di PT SC Johnson Manufacturing Medan

Dalam menjalankan operasinya, PT SC Johnson Manufacturing Medan berkomitmen untuk mengelola lingkungan di daerah operasionalnya. Untuk menunjukkan komitmen tersebut, PT SC Johnson Manufacturing Medan telah melaksanakan proyek identifikasi dan evaluasi terhadap pematuhan perundangan terkait lingkungan yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Identifikasi dan evaluasi peraturan tersebut berdasarkan hierarki perundangan yang berlaku di indonesia mulai dari Undang-Undang hingga PERDA setempat.

Selengkapnya...

Pemetaan Aspek K3, Lingkungan dan Keamanan di Seluruh Wilayah PLN NTB

Memasuki dunia industrialisasi yang semakin modern akan diikuti oleh penerapan teknologi tinggi, penggunaan bahan dan peralatan makin kompleks dan rumit, yang akan mengakibatkan suatu kemungkinan bahaya yang besar, berupa kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja, yang diakibatkan oleh kesalahan dalam penggunaan peralatan, pemahaman dan kemampuan serta ketrampilan tenaga kerja yang kurang memadai. Pada sisi lain, adanya ancaman (threat) dan kerentanan (vulnerability) dalam setiap aspek operasi dapat berpengaruh besar terhadap kelangsungan operasi perusahaan.

Selengkapnya...