Acara Synergy



Kegiatan workshop dimulai dengan safety induction, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars PLN serta sambutan oleh R Rawan Insani General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Banten. Kegiatan ini juga ditunjukan untuk meningkatkan awareness terhadap kesehatan dan keselamatan kerja baik di lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Banten maupun di lingkungan mitra kerja.


PT PLN (Persero) berkomitmen untuk menerapkan budaya K3 diseluruh wilayah kerja PT PLN (Persero) khususnya PT PLN (Persero) Banten bersama mitra kerja dan lingkungan masyarakat disekitar PT PLN (Persero) dengan tujuan utama adalah zero accident PT PLN (Persero) berharap di Semester II tahun 2018 dapat terus mempertahankan hasil yang sudah dicapai aspek K3 terutama dari sisi kompetensi yang harus dimiliki oleh masing-masing personil sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penerapan SOP dalam lingkungan kerja salah satunya dengan melengkapi diri dengan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan standar yang ditentukan.

Dengan banyaknya kecelakaan kerja yang sering terjadi di lingkungan kerja belakangan ini, setiap perusahaan diperlukan untuk menerapkan Contractor Safety Management System (CSMS) salah satu penerapannya di PT PLN (Persero) Distribusi Banten. Tidak hanya disitu Contractor Safety Management System (CSMS) wajib diterapkan oleh seluruh mitra kerja dan kontraktor

Mitra kerja dan kontrakor tentunya harus mematuhi Identifikasi Bahaya dan Penilian Resiko (IBPR). Selain itu yang menjadi perhatian adalah dapat mematuhi prosedur atau SOP lock out dan tag out saat mengisolasi mesin atau peralatan dan sumber energi sebelum dilakukan perbaikan.

Diharapkan dalam pelaksanaan pekerjaan diseluruh institusi yang bekerja di wilayah PT PLN (Persero) Distribusi Banten harus memastikan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan memenuhi persyaratan K3. “Wajib untuk dapat mencegah potensi terjadinya bahaya yang ada di lingkungan kerja” ucap R Rawan Insani, General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Banten.


Salah satu rangkaian acara dari Workshop K3L Semester II Tahun 2018 adalah penyampaian materi Contractor Health and Safety Management System pada lingkungan kerja bersama Fahmi Munsah Ismail, S.T., M.B.A, Director of Synergy Solusi Group dan QHSE Senior Consultant dan moderatori oleh Isma Husni Rahmawati, QHSE Senior Consultant.


Isma Husni Rahmawati, sebagai moderator dalam workshop K3L Semester II tahun 2018 Ia menjelaskan bahwa organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara suatu proses untuk mengendalikan pengadaan barang dan jasa untuk memastikan kesesuaiannya dengan sistem manajemen K3 menurut ISO 45001. Selain itu Ia menjelaskan proses pengadaan harus menetapkan dan menerapkan kriteria K3 untuk pemilihan kontraktor.

Contractor Safety Management System (CSMS) sangat penting bagi perusahaan untuk membantu pihak HSE dan user dalam mempersiapkan proses seleksi awal sebelum para kontraktor, vendor dan supplier melakukan pekerjaan di lingkungan mereka dimana para pihak ketiga harus mematuhi dan mengikuti peraturan sistmen manajemen yang dianut oleh perusahaan.

CSMS merupakan sistem komprehensif dalam pengelolaan kontraktor sejak tahap perencanaan sampai pelaksanaan pekerjaan dengan menghubungkan sistem manajemen K3 perusahaan dengan sistem manajemen K3 kontraktor.
Tahapan CSMS meliputi:
  1. Risk Assessment
  2. Pre Qualification
  3. Selection
  4. Pre job activity
  5. Work in progress
  6. Final evaluation
Tujuan penerapan CSMS untuk perusahaan adalah:
  • Untuk meyakinkan bahwa kontraktor yang bekerja dilingkungan perusahaan telah memenuhi standar dan kriteria K3 yang ditetapkan perusahaan.
  • Sebagai alat untuk menjaga dan meningkatkan kinerja K3 di lingkungan kontraktor
  • Untuk mencegah dan menghindarkan kerugian yang timbul akibat aktivitas kerja kontraktor
Penerapan CSMS ini dapat dilakukan di seluruh sektor atau bidang perusahaan baik produk maupun jasa seperti oil and gas, BUMN, manufaktur, tambang, perbankan, telekomunikasi, dan yang lainnya.