Acara Synergy

Synergy Solusi Group menggelar Quarter Review selama dua hari, 13-14 April 2018 berlangsung di The Hive Building. Tahun 2018 ini Synergy Group mengambil tema “The 2nd Decade of Innovation for Sustainability Growth”. Tujuan diadakan Proxsis Quarter Review adalah memonitor perkembangan bisnis dan mendukung implementasi serta pelaksanaan program yang berkelanjutan untuk direalisasikan.

Selain itu juga merancang strategi yang akan dicapai pada quarter kedua di tahun 2018. Quarter Review dihadiri oleh Board of Director yang memberikan masukan dan menjadi solution leader dari setiap kendala bisnis.

Kegiatan Quarter Review diawali dengan presentasi Isma Husni Rakhmawati. Saat ini Isma menjabat sebagai Business Manager Synergy Solusi. Ia memulai karir di Synergy Solusi sebagai business development di tahun 2012. Dua tahun kemudian ia ditunjuk sebagai konsultan junior HSE dan berlanjut menjadi konsultan senior di Synergy. Selain menjadi konsultan senior ia juga terjun menjadi trainer K3 dan mendapatkan banyak feedback positif dari klien.

Sesi selanjutnya review dari dua unit bisnis, yaitu OMC Petrotraining (unit bisnis terkait migas) dan Synergy Advance Enviro Training yang kini keduanya berada di bawah Synergy Training.

Aris Sukrisno diberikan kesempatan menjadi Business Manager sejak Januari 2018. Dalam waktu dua bulan ia mampu meningkatkan kinerja bisnis melalui sembilan pipa, fokus pada sistem proses bisnis dan keterampilan tim. Di quarter review dua, proyek terbesarnya adalah interaksi dengan pelanggan dengan sembilan pipa dan berkolaborasi dengan Synergy Solusi Consultant (SSC) dan Indonesia Safety Center (ISC).

Berharap ia lebih sukses di masa depan bersama dengan tim Synergy Solusi Group (www.synergysolusi.com). Untuk membantu customer mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dalam K3, lingkungan, energi dan minyak dan gas. Tidak hanya dari tim internal, Synergy Solusi Group (SSG) juga mengundang profesional dan ahli eksternal untuk menjadi pemimpin bisnis SSG.

Zaki Siregar memiliki 25 tahun pengalaman dalam dalam bidang teknik, listrik, energi dan solution advance. Ia merupakan lulusan Teknik Elektro ITB. Ia akan menyusun program kerja dan menjadi business solution. Nantinya ia akan membantu klien untuk mengimplementasikan manajemen energi, kelistrikan, keselamatan proses, dan risiko kebakaran.